Strategi Pengembangan Kebudayaan Jatim Menuju Era New Normal

Di Masa Pandemi Covid-19 menuntut kita semua untuk beraktivitas lebih banyak di rumah. Akan tetapi, bukan berarti di rumah hanya sekedar berdiam diri. Begitu juga, para budayawan dan seniman. Pandemi Covid-19 tidak bisa membatasi kreativitas mereka untuk berkarya.

Seperti halnya yang disampaikan Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Online Strategi Pengembangan Kebudayaan Jawa Timur Menjawab Tantangan Era New Normal Tahun 2020 melalui fasilitas Zoom, Kami,16/7.

Ia menegaskan, wabah virus corona harus diambil hikmahnya. Menurutnya, justru saat pandemi, seniman lebih banyak ada waktu, misalnya untuk mencetak buku, mencetak cerpen, bahkan meluncurkan single lagunya.

Covid-19 menimbulkan dampak bagi berbagai pihak, termasuk para seniman. Sejak wabah covid-19 merebak pada Februari lalu, menyebabkannya kehilangan beberapa pekerjaan.

Meski mengalami kerugian ekonomi, bahwa pandemi juga menimbulkan dampak positif. Dengan adanya pandemi, seniman memiliki banyak waktu untuk lebih menggali kemampuan. Dengan banyaknya waktu luang, semakin banyak orang yang mengeksplorasi diri dan berkarya sehingga selama pandemi semakin banyak bermunculan seniman-seniman baru.

Kepala Dinas Pariwisata Jatim, Sinarto mengatakan dunia kreatif sangat terdampak pada kondisi sekarang. Kalangan seniman, yang di dalamnya termasuk para pekerja budaya dan mereka yang berkutat di bidang sastra, sangat merasakan kondisi saat ini secara ekonomi.

Peranan semua pihak diharapkan ada untuk membantu para seniman yang tak bisa bekerja dan tak mendapatkan penghasilan. Sebab hampir semua kegiatan seni berhenti dan tak boleh dilakukan dalam rangka social and pishycal distancing.
Rakor ini juga mendorong penyiasatan dan pertunjukan seni agar tetap eksis ditengah pandemi Covid-19 dengan mencari solusi dan memanfaatkan teknologi yang ada. Memandang perlu mendiskusikan bagaimana konsep pertunjukan seni yang akan dilakukan pada masa pandemi.

Rakor ini secara bersamaan juga berlangsung diempat Bakorwil lainnya, yakni Bakorwil Pamekasan, Jember, Madiun dan Bojonegoro dengan menghadirkan pelaku seni, budayawan dan praktisi (bkw4)