BAPERWIL PAMEKASAN

More »

BAPERWIL PAMEKASAN

More »

EVALUASI SAKIP 2016

More »

EVALUASI SAKIP 2016

More »

 

RAKOR PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DESA

RAKOOR PERPUSPamekasan, Kamis (06/07) Pada prinsipnya Perpustakaan Desa atau Kelurahan dikelola, dibina dan dikembangkan bersama antara pemerintah Desa atau Kelurahan dengan segenap kelembagaan desa yang ada dan seluruh lapisan masyarakat Desa atau Kelurahan setempat.

Dan dalam meningkatkan minat baca di masyarakat, perpustakaan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat, tentunya salah satunya dengan pembentukan perpustakaan desa/ kelurahan. Berdasar hal itu Bakorwil IV di Pamekasan mengadakan Rapat Koordinasi pengembangan dan Pengelolaan Perpustakaan Desa se wilayah kerja Bakorwil IV di Pamekasan.

Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Bakorwil IV di Pamekasan, yang dihadiri oleh Stakeholder/ pemangku kepentingan di wilayah kerja Bakorwil Pamekasan, termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kecamatan dan  Perwakilan Pemerintah Desa se Madura, yang sudah berjalan dengan baik.

Tujuan penyelenggaraan Perpustakaan Desa atau Kelurahan adalah untuk menunjang proses kegiatan pendidikan sepanjang hayat atau seumur hidup, menyediakan bubu-buku pengetahuan, maupun ketrampilan untuk mendukung keberhasilan kegiatan masyarakat diberbagai bidang misalnya dalam hal pertanian, perikanan, pengolahan, dan pemasaran dan menggalakkan minat baca masyarakat dengan memanfaatkan waktu luang untuk membaca agar tercipta masyarakat yang kreatif, dinamis, produktif, dan mandiri.

Perkembangan Perpustakaan Desa atau Kelurahan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang salah satunya adalah kemampuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya. Untuk melaksanakan hal tersebut perlu pengelolaan Perpustakaan Desa tau Kelurahan secara baik, benar, sehingga masyarakat dapat mencari atau mengakses informasi dengan cepat, tepat sesuai dengan informasi yang diperlukan.(Bkw4)

RAPAT SINKRONISASI

Rapat Sinkronisasi  Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Mineral/Peningkatan Sarana Kelistrikan Desa Tahun 2017Pamekasan, Kamis (16/02) Rapat Sinkronisasi  Pengelolaan Energi dan Sumber Daya Mineral/Peningkatan Sarana Kelistrikan Desa Tahun 2017.

FGD PENGEMBANGAN TEBU DI MADURA

FGD Pengembangan Tebu di MaduraPamekasan, (Kamis, 09/02) Kondisi Pertebuan di Madura saat ini sedang dalam kondisi memprihatinkan, boleh dikatakan berada pada titik terendah dengan luas areal tanaman tebu yang cenderung menurun. Telah terjadi penurunan jumlah areal tanaman tebu di Madura dimana pada tahun 2014 terdapat areal tanaman tebu sekitar 2.600 Hektar an sedang di tahun 2015  hanya terdapat sekitar 2.400 Hektar an.

Keadaan ini diakibatkan oleh adanya atau kombinasi beberapa hal yaitu Adanya  penggunaan bantuan sosial untuk penanaman tebu yang tidak sesuai aturan yang saat ini sedang ditangani oleh penegak hukum di Sampang, bahkan di Bangkalan pun khabarnya telah masuk dalam radar penyeledikan aparat penegak hukum, sehingga membuat sebagian petugas perkebunan menjadi apatis terhadap pengembangan tebu di Madura. Selain dari itu, Adanya pengurus kelompok-kelompok petani yang bersikap tidak jujur terhadap anggotanya, sehingga pada gilirannya menimbulkan sikap yang kurang bersahabat petani terhadap tanaman tebu.

Kepala Bakorwil Pamekasan Dr. H. Asyhar, MM mengatakan, Percepatan luas areal tanaman tebu ini dapat berasal dari pemanfaatan tanah kas desa yang berada  di Madura, model hubungannya adalah B to B dengan PTP X. Bentuk hubungan tersebut dapat berupa, menanami sendiri tanaman tebu dibawah bimbingan PTPN X, hubungan sewa lahan dan hubungan kerja sama.

“Saya berharap perluasaan tanaman tebu ini nantinya tidak berhenti pada tanah kas desa, tetapi juga pemilik tanah-tanah lain  yang berminat menanam tebu serta dapat menjadi alternatif tanaman pengganti bagi tanaman tembakau yang saat ini masa depannya kurang baik”. Pungkasnya. (Bkw4)