SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN NARKOBA


Salah satu tindakan yang sangat merusak moral masyarakat indonesia adalah mulai tersebarnya obat-obatan terlarang di berbagai kalangan, terutama remaja. Para remaja yang memiliki rasa penasaran dan rasa ingin tahu tinggi akan hal-hal yang baru di lingkungannya, hal itu yang menyebabkan mereka menjadi sangat mudah mengkonsumsi dan akhirnya menjadi pecandu.
Data yang ada di BNNP Jawa Timur, dari kalangan pelajar, baik sma maupun mahasiswa ada 20 persen pengguna narkoba. Provinsi Jawa Timur menempati peringkat kedua setelah Provinsi Jawa Barat, jumlahnya kurang lebih sekitar 900 ribu orang. dari jumlah tersebut, didominasi oleh usia produktif, yakni 15 hingga 35 tahun.
pengguna narkoba di Madura, Kabupaten Sampang pada tahun 2014 berjumlah 49 orang, tahun 2015 meningkat menjadi 77 orang. data pada tahun 2016 terhitung mulai awal januari hingga pertengahan maret sudah 20 orang yang tertangkap didominasi oleh orang-orang yang memiliki latar belakang pendidikan terakhir sekolah dasar (sd) yakni dengan jumlah 13 orang. adapun kisaran usia mereka adalah antara 18 sampai 25 tahun

Kepala Bakorwil Pamekasan IG. NG. Indra S. Ranuh menyampaikan bahwa “Bakorwil Pamekasan sebagai salah satu lembaga kepanjangan tangan Gubernur Jawa Timur mempunyai kewajiban moral untuk berupaya mencegah peredaran narkoba serta meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan utamanya generasi muda sebagai penerus bangsa”(Bkw4)