Category Archives: Bakorwil Pamekasan

FGD KERAPAN SAPI TANPA KEKERASAN

POSTING WEBPamekasan (Senin, 30/01), Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Pamekasan bersama para Sekretaris Daerah, Disparpora, Dinas Peternakan, Tokoh Pengerap, Ketua Paguyuban Kerapan dan Pemerhati Kerapan se Madura melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka mendorong Kabupaten se Madura untuk menyusun regulasi tentang peraturan kerapan sapi tanpa kekerasan, dimulai dari eks. Kawedanan dan kabupaten.

Bupati Pamekasan, Achmad Syafii dalam hal ini sebagai Tenaga Ahli mengatakan, pelaksanaan kerapan sapi memang selayaknya tanpa kekerasan. Hal itu sudah menjadi keinginan para Bupati se Madura. Oleh karenanya sebagai implementasi tindak lanjut hasil FGD, para Sekretaris Daerah se Madura sepakat akan membuat payung hukum terhadap pelaksanaan kerapan sapi tanpa kekerasan. Namun pelaksanaan kerapan sapi tanpa menggunakan kekerasan selain di dasari dengan payung hukum harus mendapat dukungan dari semua pihak, meskipun ada sebagian aspirasi dari pemilik sapi kerapan (pangerap) yang masih menginginkan sistem rekeng (Kekerasan). (Bkw4)

famplet-pemenang-jadi

INTEGRASI KURIKULUM P4GN

jadiPamekasan – Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (BAKORWIL) Pamekasan melakukan rapat sinkronisasi penerapan kurikulum anti Narkoba bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim. (Selasa, 30/08)

Sinkronisasi dilakukan untuk memperkuat dan memperluas jangkauan penerapan kurikulum terintegrasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tingkat SMP dan SMA di sekolah-sekolah se wilayah kerja Bakorwil Pamekasan. Pemaparan ini di sampaikan oleh Kasi Pencegahan BNNP Jatim, Danang Sumiharta.

Peredaran narkoba dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia termasuk di Jawa Timur, telah menyebar kemana-mana, hingga keberbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya sampai pada masyarakat biasa, tapi juga sampai pada kalangan pejabat, aparat penegak hukum, petugas keamanan, dewan rakyat, pelaku usaha, pejalajar dan mahasiswa.

Kasi Pencegahan BNNP Jatim, Danang Sumiharta menjelaskan, uji coba penerapan kurikulum anti Narkoba telah berhasil dilakukan di beberapa sekolah di Surabaya dan diharapkan tahun 2016 ini bisa diterapkan di sekolah lain minimal pada 2 mata pelajaran.

“Penerapan kurikulum anti Narkoba terintegrasi ini nantinya akan menjadi salah satu kriteria penilaian Aksi Sekolah Bersih Narkoba (ASBN) 2016,” tambah Danang Sumiharta di akhir paparannya.(BKW4)