Iklim Investasi di Madura

Surabaya-Rapat silaturahmi Forum Pimpinan Daerah (Forpinda) se wilayah Bakorwil Pamekasan pada 21-22 November 2019 di gelar di Hotel Grand Dafam Signature, Jalan Kayoon no. 4-10 Surabaya.

Acara ini dimaksudkan untuk membangkitkan investasi dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja Bakorwil Pamekasan. Ada tersebut dihadari oleh 100 undangan, yang terdiri atas pelaku bisnis, pengamat, pembuat kebijakan dan tentu saja para investor.

sebagai pembicara pada acara tersebut, Tritan Saputra mewakili Kamar dagang dan Industri Jatim. Pada kesempatan itu Tritan menyebutkan bahwa Madura sangat potensial sebagai kawasan bisnis. Ada lima titik investasi yang belum tergarap secara professional.

Pertama, sektor perikanan laut. Seperti diketahui bahwa daya tangkap nelayanan tradisional Madura terbilang sangat rendah, karena mereka tidak memiliki armada dan kapal-kapal ikan besar untuk dapat sampai dan menangkap di tengah lautan. Kedua, peternakan sapi. Secara historis, Madura adalah kawasan penghasil  sapi.  Namun sayangnya belum ada perhatian serius mengenai hal ini. “Dari dulu Madura terkenal dengan sapi, tapi ternyata sampai sekarang peternakannya masih tradisional bahkan  belum tersedia Rumah Potong Hewan. Ini sangat menyedihkan” urainya.

Ketiga, perkebunan kelapa. Sepanjang garis pandai Pulau Madura tumbuh subur kelapa yang belum dikelola secara baik. Keempat adalah Pengolahan Garam. “Madura  terkenal sebagai pulau garam. Tapi pengelolaan industri garamnya masih sangat sederhana. Sudah saat kita bangkit dan melakukan tata kelola garam secara lebih modern,” tegas Tritan.

Terkahir adalah sektor pariwisata. Bicara pariwisata, lanjut Tritan memang biscara infrastruktur. Pembangunan pelabuhan, bandara jalan dan akomodasi atau hotel berbintang.  Dan yang tidak boleh tertinggal adalah sector  perbankan serta koneksi internet. Rapat Sinkronisasi dan Fasilitasi Forkopimpa ini menjadi sangat penting dalam peningkatan pertumbuhan Perekonomian melalui investasi di Madura. (Bkw4)